Showing posts with label Astronomi. Show all posts
Showing posts with label Astronomi. Show all posts

Tuesday, December 20, 2011

Partikel Tuhan ditemukan?

Leave a Comment
Bagi yang membaca novel karya Dan Brown atau sudah menonton filmnya yang berjudul Angel and Demon tentu tak asing dengam istilah 'God particle' atau partikel Tuhan.

Dalam novel dan filmnya itu, Dan Brown memperlihatkan bagaimana kemungkinan reaksi kaum agamawan, terutama Vatikan, bila ternyata betul ilmuwan bisa menemukan partikel Tuhan yang menjelaskan asal usul dunia.
Foto: universe myblog.bimashakti.blogspot.com
Dan kini, apa yang dikisahkan lewat fiksi itu kemungkinan jadi nyata. Peneliti di pusat riset bergengsi CERN mengklaim mereka sedikit lagi akan menemukan partikel Tuhan. Dua tim sudah mengklaim temuan ini.

Peneliti senior CERN Oliver Buchmueller mengatakan mereka sangat gembira dengan kemajuan riset fisika kali ini. Uji coba demi uji coba terus dilakukan. Mereka perkirakan tahun depan sudah bisa mengurai asal usul alam semesta termasuk partikel Tuhan itu.

"Kami sudah sangat dekat dengan kesimpulan partikel Tuhan," kata Buchmueller seperti dikutip skynews.

Ilmuwan: Kami tak menyebutnya sebagai 'partikel Tuhan'

"Kami tak menyebutnya sebagai 'partikel Tuhan. Kalianlah, media, yang menyebutnya begitu," kata peneliti senior asal AS saat diwawancara satu radio Eropa terkait temuan tebaru dari lembaga riset CERN soal partikel Tuhan.

Para ilmuwan rupanya tak berkenan kalau partikel ilmiah mereka disebut sebagai 'partikel Tuhan'. Bukan apa-apa alasannya, menurut mereka partikel Higgs yang mereka cari cari itu tak ada hubungannya dengan agama apapun. Partikel Higgs hanya berusaha menjelaskan asal usul kehidupan dan alam semesta.
Foto: artikeltulisan.wordpress.com
"Saya benci sekali julukan itu 'partikel Tuhan'," kata anggota tim riset ATLAS CERN Pauline Gagnon. Para ilmuwan lebih suka menyebutnya Tetap sebagai partikel Higgs.

"Partikel HIggs tak ada hubungannya dengan agama manapun, menggelikan sekali kalau ada yang menghubungkan seperti itu," lanjut Pauline.

Oliver Buchmueller, dari tim lainnya CMS CERN, juga mengecam penyebutan ini. "Menjulukinya sebagai 'partikel Tuhan' sangat tidak tepat. Itu tidak adil pada penemu partikelnya dan peranan pentingnya di jagad raya. Ini tak ada hubungannya dengan Tuhan," kata dia.

Partikel Higgs bosonini menjadi mimpi setiap ilmuwan yang tertarik memetakan masalah asal usul alam semesta dan kehidupan. Ditemukan pada dekade 1960-an oleh ilmuwan Inggros Peter Higgs. Partikel ini adalah cara kerja bagaimana sebuah objek memperoleh massa pasca tumbukkan besar alam semesta yang dikenal lewat teori Big Bang.

Menurut teori yang dikembangkan ilmuwan, partikel Higgs ini menjadi agen terciptanya bintang, planet,  dan kehidupan alam semesta. Partikel itu memberi massa pada elemen partikel terkecil, karena itulah dijuluki 'partikel Tuhan' oleh kalangan media

Pippa Wells, peneliti ATLAS CERN, mengatakan tanpa peran partikel Higgs boson, maka partikel di alam hanya gentayangan tanpa tujuan. "Karena itu mendengarnya dijuluki 'partikel Tuhan' membuat saya marah. Itu berkebalikan dengan apa yang kami ilmuwan lakukan di CERN," tegasnya.

Lantas darimana datangnya julukan ini? Salah satu versi mengatakan julukan berasal dar buku pemenang nobel fisika asal AS, Leon M Lederman: "The God Particle: If the Universe is the Answer, What is the Question?"

Apa Sebenarnya 'Partikel Tuhan'?

Apa sih sebenarnya partikel Tuhan? Partikel Tuhan kerap juga disebut partikel Higgs. Ini adalah mata rantai partikel yang belum ditemukan ilmuwan terkait peristiwa bagaimana partikel dan energi berinteraksi. Partikel ini masuk ke dalam teori fisika model standar.

Bagaimana menemukan partikel ini? Para ilmuwan menembakkan partikel dengan arah yang berlawanan dalam terowongan sepanjang 27 km di kedalaman 100 meter dari permukaan.

Partikel yang ditembakkan itu akan bergerak dengan kecepatan cahaya dan mereka akan bertumbukkan pada akhirnya. Detektor yang supersensitif akan mengukur hasil tumbukkan partikel itu yang berupa debu partikel.

Riset senilai 6 miliar Poundsterling ini berupaya mereplika kondisi seusai penciptaan alam semesta 13,7 milyar tahun lalu yang biasa dikenal dengan nama teori tumbukkan besar atau Big Bang.

Dalam teori standar, diprediksi partikel subatom harusnya tak punya massa. Namun dalam teori lain, disebutkan, ada medan energi bernama Higgs dan boson yang muncul usai tumbukkan partikel itu. Kedua entitas ini membuat sub partikel tarik menarik, dengan kata lain memberinya massa.

Kalau ini ditemukan oleh ilmuwan, maka mereka bisa menentukan dengan pasti lewat model matematika, bagaimana cara kerja alam semesta. Dengan kata lain, mereka menemukan 'partikel Tuhan' yang menjelaskan segalanya.
Sumber: Republika.co.id
LARGE HADRON COLLIDER 
Ekperimen CERN Memecahkan Misteri "Partikel Tuhan" 


"Large Hadron Collider adalah cincin "Akselerator Partikel" dan "Atom-Smasher" raksasa yg dibuat oleh Badan Riset Nuklir Eropa (CERN) dengan panjang keliling 27 km yg terletak pd kedalaman 175 meter dibawah tanah. Dibangun diantara perbatasan Perancis dan Swiss, cincin itu sendiri terdiri dari 9300 kumparan magnet superkonduktif dengan berat berton-ton yg dirangkai seperti sosis dan kemudian didinginkan dengan sekitar 96 ton helium cair.

Sampai saat ini Proyek LHC melibatkan sekitar 7000 org Ahli Fisika Partikel (hampir separo dari semua ahli fisika partikel di seluruh dunia) dari 80 negara dan telah menghabiskan biaya sekitar USD 5,8 miliar (sekitar Rp 53,3 triliun).


Cara Kerja LHC adalah :


LHC terdiri dari dua buah pipa cahaya yg berdekatan dimana masing-masing pipa berisi sekelompok proton yg "berlari" mengilingi cincin utama ( 27 km ) secara berlawanan arah. Setiap kelompok proton tersebut didorong" oleh mesin LHC sehingga bisa mengandung energi sebesar 7 Trilyun Volt (7 TeV). Pada 4 titik tertentu 2 pipa tersebut akan bersilangan satu sama lain sehingga 2 kelompok proton tadi akan saling bertabrakan dg total energi sebesar 14 TeV dan menghasilkan 600 juta partikel per detik.

Pada titik-titik tabrakan tersebut dipasang detektor-detektor raksasa yg akan mencatat semua serpihan partikel super kecil yg dihasilkan pada setiap tabrakan. Saking besarnya salah satu dari detektor tersebut konstruksi bisa dipakai untuk membangun satu Menara Eiffel baru.
sumber: kaskus.us
Read More...

Tuesday, November 8, 2011

Bintik Misterius di Planet Uranus

1 comment
Kebanyakan orang berpikir bahwa Uranus adalah planet yang tidak menarik. Planet yang memiliki kandungan air, metana, dan amonia dalam bentuk es dan sering disebut sebagai "es raksasa" ini kalah populer dibanding Mars, Jupiter, atau bahkan Pluto yang sudah mantan planet.

Namun, penemuan ahli keplanetan Larry Sromovsky membuat banyak orang bertanya-tanya. Sromovsky dengan teleskop Gemini 8,1 meter menemukan adanya bintik aneh di Uranus. Bercak serupa awan itu diduga merupakan erupsi es metana yang membumbung ke atmosfer Uranus.


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/31/1639544620X310.jpg

Heidi B Hammel, pakar ilmu keplanetan lain yang juga terlibat penelitian, menggunakan Facebook untuk mengumumkan hasil penemuannya. Ia mengajak orang, termasuk astronom amatir, untuk mengobservasi bintik itu lebih lanjut. Jika informasi telah cukup, maka pengamatan dengan teleksop Hubble akan dilakukan.

Hammel menjelaskan, "Alasan kita peduli pada 'awan' di planet Uranus sebabnya ialah sepertinya fenomena itu bersifat musiman."

Ia menjelaskan, Uranus berputar miring pada sisinya sehingga memberi perubahan cahaya matahari ekstrem ketika musim berubah. Perubahan yang terjadi bahkan lebih dramatis daripada yang ada di planet lain.

"Uranus memberi kita wawasan tentang keseimbangan energi di atmosfer suatu planet," tambah Hammel seperti dikutip Discovery, Jumat (28/10/2011).

Ektremnya perubahan musim terbukti dari lamanya tiap-tiap area Uranus mendapat sinar Matahari. Selama 84 tahun revolusi (berdasarkan waktu Bumi), belahan utara Uranus menerima cahaya secara terus-menerus, sementara selama 42 tahun juga, belahan selatan Uranus gelap total.

Tidak tahu apakah para astronom amatir bisa memecahkan misteri ini karena keterbatasan peralatan. Namun yang jelas, Uranus kini juga bisa menjadi salah satu obyek yang bisa diteliti.

Sumber :
kompas.com
Read More...

Monday, November 7, 2011

Mungkin Saja Manusia Bisa Tinggal di Bintang

Leave a Comment
Manusia mungkin saja tinggal di sebuah bintang. Astronom baru saja menemukan sebuah bintang yang suhunya cocok ditinggali manusia. Bintang tersebut bernama WD 0806-661 B.

Associate Professor for Astronomy and Astrophysics Pennsylvania State University, Kevin Luhman, yang menemukan bintang tersebut mengatakan, "Ini adalah bintang yang sangat kecil dengan atmosfer sedingin temperatur Bumi."


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/24/0809296620X310.jpg

Massa bintang tersebut hanya 6-9 kali massa Jupiter. Bahkan, bintang tersebut telah dinobatkan sebagai bintang terdingin di luar Tata Surya yang pernah ditemukan. Luhman mengatakan, bintang tersebut tergolong dalam jenis bintang katai coklat.

Seperti bintang lain, WD 0806-661 B juga terbentuk dari awan debu dan gas. Temperatur bintang bisa dingin. Sebab, dalam proses pembentukannya, bintang gagal mengakumulasikan massa dari awan debu sehingga reaksi termonuklir tak terjadi. Temperatur bintang diperkirakan cuma 27-80 derajat celsius.

WD 0806-661 B mengorbit bintang katai putih. Jarak antara WD 0806-661 B dan bintang katai putih yang diorbit adalah 2.500 kali jarak Bumi Matahari.

Untuk bisa menentukan apakah bintang ini layak ditinggali, pastinya masih butuh banyak penelitian. Namun, bintang katai putih terletak cukup dekat dari Tata Surya, hanya 63 tahun cahaya, jadi lebih "terjangkau".

WD 0806-661 B ditemukan dengan teleskop antariksa Spitzer milik NASA. Hasil penelitian dipublikasikan dalam Astrophosical Journal. WD 0806-661 B sendiri telah dikonfirmasi sebagai bintang terdingin.

Sumber :
kompas.com
Read More...

Apakah Mahluk Planet Lain Sungguh Ada?

Leave a Comment
Cerita tentang keberadaan alien selalu membangkitkan rasa ingin tahu. Mulai dari pengakuan banyak orang melihat piring terbang, analisa arkeolog yang bingung dengan penemuan dari masa lalu yang melampaui 'kecerdasan' di jamannya, hingga akhirnya observasi ke planet dan bintang yang jauh.

Secara logika, cukup beralasan kalau mahluk asing kemungkinan besar ada. Tinggal menunggu, apakah sains bisa menjawab? Dan, faktor apa saja yang mendukung keberadaan alien dari planet yang jauh? Ini alasannya:




Seratus Juta Galaksi
Mungkin ada 100.000.000 galaksi di alam semesata kita, karena diperkirakan ada 50 milyar galaksi yang terlihat dengan teleskop modern. Setiap galaksi harus memiliki sejumlah bintang di dalamnya, sebanyak ratusan miliar. Sekarang kita semua tahu bahwa bintang-bintang memiliki sistem planet, karena kehadiran bintang yang tertangkap teleskop pasti mendeteksi keberadaan planet-planet di dekatnya

Sekarang, jika galaksi yang ada, dan setiap galaksi memiliki planet di dalamnya, maka ada kemungkinan planet untuk memiliki air atau beberapa bentuk kehidupan di atasnya (meskipun hanya sejenis organisme kecil). Astrofisikawan terus mencari kehidupan di planet lain.
Read More...

Thursday, March 24, 2011

Pesawat NASA Teliti Kawah Es di Kutub Planet Merkurius

Leave a Comment


Para penyelidik misi pesawat ruang angkasa Messenger makin mengintensifkan pantauannya. Maklum, wahana milik NASA itu pada Jumat pekan lalu sukses memasuki orbit sekitar Merkurius. Alhasil Messenger menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang mengorbit planet terdalam.
Para penyelidik misi pesawat ruang angkasa Messenger makin mengintensifkan pantauannya. Maklum, wahana milik NASA itu pada Jumat pekan lalu sukses memasuki orbit sekitar Merkurius. Alhasil Messenger menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang mengorbit planet terdalam.

"Kami berharap dapat meningkatkan pemahaman terhadap salah satu planet yang jadi tetangga terdekat," kata Sean C. Solomon, penyelidik utama misi Messenger. Nama wahana penjelajah robotik ini merupakan singkatan dari Mercury Surface, Space Environment, Geochemistry, and Ranging.



Wahana yang diluncurkan 2 Agustus 2004 telah menempuh penerbangan sejauh 7,9 miliar kilometer. Dia mengelilingi matahari sebanyak 15 kali dan melesat melintasi Bumi, Venus dan Merkurius serta ngebut mengejar ketertinggalannya dengan Mercurius.

Planet Mercurius sendiri berada dalam cengkeraman gravitasi Matahari. Alhasil planet yang disebut-sebut berada di tepi neraka ini, mengitari Matahari dalam setahun selama 88 hari, dengan kecepatan rata-rata 170.600 km/jam.

Menurut Sean C. Solomon, berhasil memasuki orbit Merkurius menjadi puncak dari misi."Ini adalah pencapaian terbesar Messenger hingga masuk ke orbit Merkurius," ujar Manajer Proyek Messenger Peter Bedini dari Johns Hopkins.

Menurut Peter, pencapaian ini adalah buah dari kerja keras tim navigasi, panduan dan kontrol. Tidak ketinggalan operasi misi yang memandu pesawat melakukan perjalanan sejauh 7,9 miliar kilometer.

Messenger saat ini berada di sekitar 46 juta km dari Matahari dan sekitar 155 juta km dari Bumi. Setelah mengalami pembakaran, mesin berdaya 600 newton itu akan "parkir" dalam 12 jam di orbit Merkurius.

Salah satu pertanyaan yang paling diharapkan jawabannya dari misi Messenger adalah apakah Merkurius menyembunyikan air di kawah es yang gelap?

Bulan memiliki kawah seperti ini. Memang suhu lebih dari 370 derajat Celsius memanggang wilayah khatulistiwa Merkurius. Namun suhu di kawah dekat kutub tetap pada minus 183 derajat Celcius.

"Wilayah ini tidak tersorot Matahari selama jutaan, mungkin milyaran tahun," kata Salomo. "Sangat dingin. Cukup dingin untuk menjaga air es kurun waktu geologi yang lama."

Jika semua berjalan sesuai rencana, Messenger yang parkir selama 12 jam menjadi sangat unik. Wahana ini berada di titik rendah 200 km di atas permukaan planet dan titik terjauhnya lebih dari 15.193 km.

Untuk melakukan penelitian, Messenger memuat kamera dengan lensa sudut sempit dan lebar, serta altimeter laser untuk memetakan permukaan Merkurius. Ada pula spektrometer guna menyelidiki komposisi batuan dan atmosfer planet.

Magnetometer akan mempelajari bagaimana medan magnet pada inti planet yang cair dan membentuk 60 persen massa Merkurius berinteraksi dengan angin Matahari.

Setelah mengorbit, Messenger akan kembali mengambil gambar pada 4 April. Wahana ini akan tinggal di orbit selama empat tahun.

Misinya dapat diperpanjang selama satu atau dua tahun jika anggaran NASA memungkinkan. Ketika bahan bakar habis dan tidak ada tambahan dana, pesawat ruang angkasa tersebut akan menabrak permukaan Merkurius.

Sumber : 
Read More...

Friday, February 25, 2011

Video Menakjubkan Padatnya Asteroid di Langit

Leave a Comment
Tak hanya Bumi yang makin dipadati miliaran manusia, tapi juga tata surya kita. Bedanya, langit makin dipadati asteroid.

Peta menarik penuh warna mendokumentasikan pertumbuhan asteroid selama 30 tahun. Mengilustrasilkan bagaimana kita sebaiknya makin waspada dengan asteroid yang terbang dekat dengan Bumi, sebagai hasil peningkatan kecanggihan teleskop.

Tak hanya gambar, sebuah video juga merekam penemuan asteroid baru lebih dari tiga dekade, juga grafik peta yang menunjukkan makin padatnya asteroid di tata surya kita.

Peta dan video tersebut dibuat oleh astronom Inggris, Scott Manley. Klip video itu berdurasi tiga menit, di mana satu detik setara dengan penampakan asteroid selama dua bulan.

Klip dimulai dengan taburan debu putih di sekitar tepi planet.


http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/08/asteroid-51.jpg

Tahun berganti tahun, dengan makin canggihnya teleskop yang ada, juga eksperimen dan metode deteksi yang mutakhir, taburan debu putih itu menjadi cincin hijau padat yang menunjukkan bertambah padatnya sabuk asteroid karena makin banyaknya asteroid atau 'planet minor' yang ditemukan.

http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/08/asteroid-31.jpg

Yang mengkhawatirkan, titik-titik merah menunjukkan asteroid-asteroid yang terbang melayang di dalam orbit Bumi. Cuplikan video bahkan menunjukkan, beberapa di antaranya terlihat dalam jarak yang membahayakan Bumi.

Warna terakhir lingkaran asteroid dalam video tersebut mengindikasikan, betapa dekat asteroid-asteroid menuju tata surya.

http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/08/asteroid-41.jpg

Manley menciptakan peta ini dari tahun 1980-2010 yang menggambarkan setiap asteroid yang terlacak teleskop.

Tiga puluh tahun lalu, kita hanya tahu ada sekitar 8.954 asteroid di tata surya kita. Saat ini, kita telah menemukan berkali lipat, jumlahnya diperkirakan 530.091 asteroid yang menyatu menyerupai 'mata' berwarna hijau.

http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/08/asteroid-11.jpg

Manley, mantan mahasiswa riset di Armagh Observatory, Irlandia Utara mengatakan, citra yang dibuatnya menggunakan orbit asteroid yang diketahui untuk menunjukkan keberadaan asteroid dari hari ke hari.

"Sama seperti kita mencari tahu di mana letak Bumi, Mars, dan Venus, kita bisa melakukan hal yang sama untuk mencari tahu lokasi apapun yang mengorbit Matahari."

"Aku membuat peta ini tiap hari selama 30 tahun, ada sekitar 11.000 gambar. Lalu aku menggabungkannya dalam bentuk video," kata Manley.

Asteroid yang ukurannya lebih kecil dari planet juga mengorbit Matahari.

Ukuran mereka, yang besar, berkisar dari puluhan meter sampai yang terbesar  yang telah diketahui 950 kilometer yakni Asteroid Ceres.

Ada juga asteroid kecil, dengan diameter 5-10 meter sering nyelonong masuk Bumi, namun kebanyakan meledak di atmosfer.

Sementara, asteroid yang lebih besar, sekitar 1 km menabrak Bumi sekitar 500.000 tahun sekali.

http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/08/asteroid-21.jpg

Tapi walaupun beberapa asteroid pada tampilan peta Manley jaraknya sangat dekat dan berbahaya dengan Bumi, itu bukan berarti akan menubruk Bumi. Gambar itu nampak sangat dekat karena skalanya besar.
Read More...

Friday, February 18, 2011

Dua Galaksi Ciptakan Black Hole Raksasa

Leave a Comment
Gambar di bawah ini mirip cincin permata luar angkasa. Yang mengejutkan, cincin lubang hitam itu berasal dari Arp 147, sepasang galaksi sejauh 430 juta tahun cahaya dari Bumi.


http://static.inilah.com/data/berita/foto/1241752.jpg

Gambar komposit ini berasal dari data yang dikumpulkan Chandra X-ray Observatory dan Hubble Space Telescope milik NASA. Informasi Chandra menyebutkan data optik warna merah muda, sedangkan Hubble berwarna merah, hijau dan biru.

Arp 147 terdiri dari sisa galaksi spiral yang bertabrakan dengan galaksi elips. Tabrakan ini menghasilkan gelombang formasi bintang sehingga tampak cincin biru.Hal tersebut mengandung banyak bintang muda.

Bintang-bintang tersebut mengalami evolusi dalam beberapa juta tahun kemudian meledak, seperti supernova, sehingga menciptakan bintang-bintang neutron dan lubang hitam. Sebuah fraksi bintang neutron dan lubang hitam akan membentuk bintang pendamping.

Sembilan sumber X-ray di sekitar cincin Arp 147 tampak sangat bersinar dibandingkan lubang hitam karena memiliki bobot 10 hingga 20 kali lebih besar dari matahari. Sumber X-ray juga terdeteksi di inti galaksi merah.

Berdasarkan pengamatan ultraviolet dan teleskop NASA, ilmuwan bisa memprediksi model evolusi bintang biner sehingga memahami pembentukan bintang terkuat mungkin berakhir 15 juta tahun lalu, dalam kerangka waktu Bumi.

Hasil penelitian disampaikan penulis Saul Rappaport, Alan Levine dan Benjamin Steinhorn dari Massachusetts Institute of Technology bersama dengan David Pooley dari Eureka Scientific, di jurnal Astrophysical.

Sumber :
teknologi.inilah.com
Read More...

Saturday, December 11, 2010

Ilmuwan telah temukan Lubang Hitam baru

Leave a Comment
Pengamatan yang dilakukan menggunakan X-ray mengatakan supernova yang dijuluki SN 1979C merupakan lubang hitam yang sedang terbentuk, ujar sebuah regu ahli astronomi yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.

"Jika perkiraan kami benar, itu merupakan contoh terdekat bagi pengamatan penciptaan sebuah lubang hitam," ujar seorang ahli Astrofisika dari Harvard-Smithsonian Center di Massachusetts, Daniel Patnaude, yang memimpin penelitian itu.
 
 
Seorang ahli astronomi amatir dari Maryland, Gus Johnson, menemukan supernova pada 1979 di tepi sebuah galaksi yang bernama M100, kemudian para ahli astronomi lain meneliti hal tersebut setelah penemuannya.
Read More...

Thursday, September 9, 2010

Nasa Temukan 100 Planet mirip Bumi

Leave a Comment
Konsep Kepler dalam sistem tata surya jauh. (Courtesy of NASA/JPL-Caltech )






Tepat di luar sistem tata surya kita, NASA telah menemukan lebih dari 100 planet-baru mirip bumi. Suatu harapan baru bagi mereka yang tertarik pada kehidupan di luar Bumi.

Badan antariksa ini mengatakan bahwa pesawat antariksa Kepler telah mengumpulkan data lebih dari 156.000 bintang dalam mencari tanda-tanda planet yang mengorbitnya, selama enam minggu.

Data tersebut menunjukkan ada lima sistem tata surya baru dalam Bima Sakti serta 700 benda langit yang kemungkinan merupakan planet baru. 140 diantaranya dianggap mirip dengan planet bumi kita, yang komposisinya dapat mendukung pengembangan kehidupan.

Sebelum adanya laporan NASA, sekitar 450 planet telah ditemukan di luar tata surya kita selama 15 tahun terakhir. Namun sebagian besar dikenal tidak bersahabat bagi kehidupan dan memiliki suhu permukaan yang sangat tinggi.

Read More...

Akhirnya Misteri Segitiga Bermuda Terungkap

Leave a Comment
Segitiga Bermuda
TEMPO Interaktif, Chicago - Misteri Segitiga Bermuda akhirnya terpecahkan. Buang jauh-jauh spekulasi alien, anomali waktu, dan fenomena aneh lain di wilayah antara Bermuda, Miami dan Puerto Rico itu.

Berdasar penelitian yang dimuat American Journal of Physics, menghilangnya kapal dan pesawat disebabkan gas alam yang menyembur di perairan itu. Gas itu berjenis methana, serupa dengan gas yang digunakan di rumah tangga untuk memanaskan oven dan mendidihkan air.

Profesor Joseph Monaghan dari Monash University di Australia mengatakan gelembung besar gas yang menyembur dari dasar laut bukan fenomena tunggal. Selain di Segitiga Bermuda, gas juga menyembur di Laut Jepang dan Laut Utara.
Methana, yang biasanya beku di bawah tekanan gas hydrates di dasar samudra, dapat berubah jadi gelembung besar yang naik ke permukaan samudra. "Saat sampai di permukaan, gelembung akan membumbung ke angkasa," kata Monaghan.

Read More...

Saturday, August 21, 2010

Penemuan Planet baru

Leave a Comment
Para ahli astronomi melaporkan ditemukannya planet yang mungkin paling mirip bumi di sekitar tata surya. Planet itu lebih besar daripada bumi, tetapi para ilmuwan mengatakan, teknik mereka cukup canggih untuk mengidentifikasi lebih banyak planet yang besarnya hampir sama dengan bumi.

Sejak pertengahan tahun 1990an, para ahli astronomi telah menemukan lebih dari 170 planet yang mengorbit bintang-bintang di luar tata surya kita. Tetapi planet terbaru yang ditemukan di pusat bimasakti kita ini berbeda, dan membuat para pakar yakin bahwa mungkin banyak bumi lain di luar sana.

Sebegitu jauh, sebagian besar planet yang ditemukan di sekitar bintang yang normal adalah planet raksasa berisi gas seperti Saturnus dan Jupiter, beberapa planet sebesar bumi yang diduga berbatu-batu telah ditemukan, tetapi mereka mengorbit bintang-bintang mati yang disebut bintang neutron. Sebegitu jauh, hanya satu planet berbatu yang ditemukan mengorbit bintang biasa, tetapi besarnya tujuh setengah kali lebih besar daripada bumi. Dan lagi, semua planet yang ditemukan belum lama ini letaknya terlalu dekat dengan bintang untuk dapat dihuni kehidupan.

Planet terbaru yang diidentifikasi di luar tata surya kita itu lebih mirip dengan bumi. Ke-73 ilmuwan di 10 negara yang melacaknya memperkirakan bahwa besarnya hanya lima setengah kali bumi, dan letaknya lebih jauh dari bintang dibandingkan planet-planet lain, yaitu dua setengah kali jarak bumi dari matahari.
Read More...